Bentuk Badan Usaha

Menurut UU no. 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan Pasal 1 huruf b, yang dimaksud dengan perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus menerus yang didirikan, bekerja, serta berkedudukan dalam wilayah Negara Indonesai dengan tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba.

Kegiatan usaha dimaksud, yang dapat dijalankan oleh orang atau badan usaha secara terus menerus, berupa kegiatan mengadakan barang-barang, jasa-jasa, atau fasilitas-fasilitas untuk diperjual belikan, dipertukarkan atau disewa gunakan dengan tujuan mendapatkan keuntungan.

Kelompok Kegiatan usaha

  1. Bidang industri: pabrik, perakitan, pemintalan, dll.
  2. Bidang perdagangan: agen, distributor, grosir, dealer, toko, dll.
  3. Bidang jasa: konsultan, akuntan, biro perjalanan, perhotelan, asuransi, dll.
  4. Bidang agraris: pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dll.
  5. Bidang ekstraktif: pertambangan, penggalian, dll.

Setelah memilih jenis usaha yang cocok dengan minat dan bakatnya, seorang wirausaha harus mengetahui dan memilih bentuk badan usaha yang mana yang cocok. Dalam memilih bentuk perusahaan, Anda harus mempertimbangkan hal-hal berikut:

  1. Jenis usaha yang dijalankan(perdagangan, industri, jasa, agraris atau ekstratif)
  2. Ruang lingkup usaha(lokal, nasional, internasional)
  3. Kepemilikan, pihak-pihak yang akan terlibat dalam kegiatan usaha
  4. Peraturan pemerintah dan perpajakan
  5. Struktur Organisasi, pembagian tanggung jawab dan keuntungan
  6. Besarnya modal, investasi dan resiko kepemilikan

Bentuk-bentuk badan usaha