Pengawasan Kualitas

Pengawasan kualitas sama artinya dengan memeriksa hasil pekerjaan atau hasil produksi agar sesuai dengan kriteria yang kita tetapkan. Pengawasan kualitas secara tradisional biasa dilakukan di 3(tiga) titik:

  1. Pertama ketika bahan mentah diterima sebelum memasuki produksi. Karena jika bahan mentah kita berkualitas buruk maka besar kemungkinan hasil akhirnya juga akan buruk.
  2. Kedua adalah proses produksi itu sendiri. Jika dalam produk itu dibuat dalam proses yang tidak sempurna misalnya dari segi pemotongan, pewarnaan, penyambungan dan lain-lain maka hasilnya pun tidak akan sempurna.
  3. Ketiga adalah ketika produk itu jadi. Adakalanya walaupun bahan yang digunakan sudah diperiksa dan telah melalui proses produksi yang diawasi dengan ketat kadangkala produk yang dihasilkan tidak sempurna.

Kini, cara pengawasan kualitas tradisional tidak lagi populer karena dianggap tidak efisien dari segi waktu, biaya dan sumber daya manusia. Karena kadang-kadang untuk mengejar kuota produksi, pengawas di tahap pertama dan kedua sering mengabaikan kriteria-kriteria kualitas yang diminta.

Perusahaan-perusahaan modern kini tidak lagi melakukan pengawan kualitas dengan cara traditional. Begitu timbul penurunan kualitas di hasil produksi mereka langsung memperbaiki sistem proses produksi.