Pembelian

Kegiatan pembelian dalam perusahaan adalah mendapatkan barang/jasa yang diperlukan untuk memproduksi barang/jasa yang akan dijual. Pada awal usaha Anda dapat melakukannya sendiri, namun jika kegiatan usaha Anda meningkat dan skala perusahaan menjadi besar maka mungkin Anda harus menugaskan karyawan khusus atau membentuk departemen pembelian untuk menangani kegiatan pembelian ini.

Tugas bagian pembelian adalah:

  1. Tingkat Persedian: Tanpa memperhatikan tingkat persediaan di gudang maka Anda akan terhindar dari kemungkinan terhentinya proses produkasi akibat tidak tersedianya bahan baku.
  2. Tingkat Permintaan: Naik turunnya tingkat permintaan konsumen dapat menjadi pedoman jumlah bahan baku yang harus tersedia dan dipesan untuk proses produksi berikutnya. Persediaan yang melebihi kapasitas gudang akan menigkatkan pengeluaran, sedangkan persediaan yang disimpan terlalu lama dapat membuat kondisi bahan baku yang disimpan rusak atau menurun kualitasnya.
  3. Barang/jasa yang dibeli: Dengan mengetahui dengan pasti barang/jasa apa yang diperlukan dan berapa yang harus dibeli maka proses pembelian akan lebih efisien dan efektif.
  4. Pemasok: Dalam mencari dan memilih pemasok harus berdasarkan harga, kualitas, pengadaan, keandalan dan dukungan purna jual.
  5. Harga beli dan daya beli: Menyeleraskan penawaran dan sistem pembayaran dengan kemampuan Anda artinya mendapatkan barang/jasa yang berkualitas dengan harga serendah rendahnya demi keuntungan perusahaan.
  6. Sub kontraktor: Carilah pihak-pihak ketiga yang dapat Anda percayakan menjadi sub kontraktor sebagai bagian dari proses produksi jika diperlukan. Keberadaan sub kontraktor kadang dapat meningkatkan efisiensi proses pembelian.