Menjual Waralaba

Pola waralaba menjadi pilihan yang tepat tidak saja untuk mengembangkan perusahaan tapi juga sebagai sarana Anda untuk mundur dari kegiatan usaha tanpa harus melepaskan bisnis Anda. Pendapatan utama pemilik waralaba adalah pendapatan waralaba (franchise  fee) dan pendapatan royalti (royalty fee).

Setiap usaha, baik yang menawarkan produk maupun jasa punya peluang diwaralabakan. Namun menjual waralaba tidak sama dengan menjual unit usaha atau bisnis. Mewaralabakan sebuah usaha membutuhkan persiapan yang matang agar bisa diterima oleh para pembelinya. Darimana memulainya?

Konsep Usaha/Bisnis

Konsep usaha/bisnis menyangkut sistem operasional perusahaan Anda yang harus berjalan secara otomatis sehingga pembeli waralaba Anda akan dnegan mudah menjalankan usaha waralabanya. Pastikan setiap kegiatan di setiap departmen termasuk struktur organisasi terdokumentasi dengan baik dalam sebuah Buku Petunjuk (manual).

Dokumen-dokumen di ataslah yang nantinya akan diserahkan kepada pembeli Waralaba sebagai pedpkan mereka untuk menjalankan bisnis waralaba Anda.

Konsep Produk

Produk atau jasa yang Anda jual harus memiliki keunikan yang mampu menjadi daya tarik pasar dalam waktu yang sangat panjang. Karena keunikan inilah yang membedakan produk/jasa Anda dari pesaing lain dan menjadi incaran pembeli waralaba. Keunikan produk/jasa Anda bisa berasal dari rasa, bentuk, kemasan, proses pembuatan, pelayanan, penyajian dan lain-lain. Usahakan agar produk/jasa Anda tidak mudah ditiru. Daftarkanlah nama atau mereknya sehingga kekayaan intelektual Anda terlindungi secara hukum.

Rekam Jejak Keberhasilan

Sebelum Anda mewaralaba usaha Anda, pastikan produk/jasa dan merek produk Anda berhasil di pasar, populer dan menunjukkan tren penjualan yang terus meningkat. Diperlukan sedikitnya tiga tahun rekam jejak yang menunjukkan kepopuleran atau keberhasilan produk/jasa Anda di pasar.

Potensi Pasar

Produk/jasa yang Anda jual harus memiliki potensi pasar yang besar dan cukup mudah untuk dioperasikan dimana saja namun tetap sesuai dengan persyaratan usaha. Potensi pasar yang luas akan menjadi salah satu daya tarik pembeli waralaba karena mereka dapat melihat potensi pasar dan keuntungan di masa depan.

Paket Modal Pendanaan

Susunlah paket pendanaan  yang mudah dimengerti oleh calon pembeli waralaba atau calon penanam modal. Perhitungan biaya-biaya yang akan dikeluarkan sangat penting agar calon pembeli waralaba dapat mempersiapkan investasi yang dibutuhkan dengan lebih akurat.

Tim Manajemen

Anda harus memeiliki tim manajemen yang menguasai sistem waralaba, masalah hukum serta mampu melatih calon pembeli waralaba untuk menjalankan usaha tersebut dalam waktu yang tidak lama, serta mengendalikan dan mengawasi jaringan waralaba usaha Anda.

Peraturan Pemerintah

Berdasarkan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan penerima Waralaba harus memiliki bukti pendaftaran berupa Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba ( STPUW) dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Masa berlaku STPUW sesuai dengan masa berlaku perjanjian antara Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba.

Sebelum membuat perjanjian, Pemberi Waralaba wajib menyampaikan keterangan tertulis dan benar kepada Penerima Waralaba yang sekurang-kurangnya mengenai:

  1. Identitas Pemberi Waralaba, berikut keterangan mengenai kegiatan usahanya termasuk neraca dan daftar rugi laba selama 2 (dua) tahun terakhir;
  2. Hak Atas Kekayaan Intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang menjadi obyek Waralaba;
  3. Persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi Penerima Waralaba;
  4. Bantuan atau fasilitas yang ditawarkan Pemberi Waralaba kepada Penerima Waralaba;
  5. Hak dan kewajiban Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba;
  6. Cara-cara dan syarat pengakhiran, pemutusan dan perpanjangan Perjanjian Waralaba;
  7. Hal-hal lain yang perlu diketahui Penerima Waralaba dalam rangka pelaksanaan Perjanjian Waralaba.

Periksalah juga Keputusan Pemerintah terakhir mengenai Jangka waktu Perjanjian Waralaba minimal yang harus diterapkan.

Pemberi Waralaba dilarang menunjuk lebih dari 1 (satu) Penerima Waralaba di lokasi tertentu yang berdekatan, untuk barang dan atau jasa yang sama dan menggunakan merek yang sama, apabila diketahui atau patut diketahui bahwa penunjukan lebih dari satu Penerima Waralaba itu akan mengakibatkan ketidaklayakan usaha Waralaba di kolasi tersebut.

Pemberi Waralaba dari dalam negeri wajib memiliki SIUP dan atau Izin Usaha dari Departemen Teknis lainnya. Pemberi Waralaba harus mengutamakan pengusaha kecil dan menengah sebagai Penerima Waralaba/Penerima Waralaba Lanjutan dan atau pemasok dalam rangka penyediaan dan atau pengadaan barang dan atau jasa.