Menjual Usaha

Menjual usaha yang selama ini Anda jalankan dapat memberikan keuntungan yang lumayan jika bisnis Anda berjalan baik. Namun sebelum Anda memutuskan untuk menjual bisnis Anda pertimbangkanlah hal-hal berikut:

Siapkah Anda?

Apakah Anda betul-betul sudah siap untuk melepaskan bisnis Anda yang Anda bangun dan perjuangkan sejak awal? Tanyalah pada diri sendiri:

  1. Tidakkah Anda hanya ingin cuti panjang sebenarnya?
  2. Alasan apa yang membuat Anda memutuskan untuk menjual? Hal ini akan dipertanyakan oleh calon pembeli Anda.
  3. Apakah keluarga mendukung keputusan Anda?
  4. Apakah keputusan ini diambil pada saat yang tepat dan akan menguntungkan Anda dari segi keuangan?
  5. Sudahkah Anda berkonsultasi dengan akuntan/konsultan keuangan, konsultan hukum dan konsultan lainnya agar keputusan Anda tidak merugikan Anda?
  6. Sudahkah Anda memikirkan bagaimana implikasinya terhadap karyawan Anda?

Persiapan Sebelum Menjual

Jika Anda ingin betul betul menjual usaha Anda persiapkanlah perusahaan Anda dengan baik agar pada saat akan dijual berada dalam kondisi yang prima, dan memiliki potensi pertumbuhan yang menarik.

Dokumen

Pendokumentasian seluruh kebijaksanaan, prosedur dan peraturan perusahaan; data jaringan usaha yang selama ini terlibat dengan perusahaan Anda, kontrak kerja sama yang pernah, sedang dan akan dilakukan perusahaan, data inventaris peralatan kantor, mesin, bahan baku, produk jadi dan lain lain.

Pembenahan

  1. Bersihkan perusahaan dari barang-barang yang tidak laku atau sudah tidak layak jual;
  2. Perbaiki mesin-mesin/peralatan yang masih bisa diperbaiki dan buanglah yang sudah rusak;
  3. Rapihkan tempat/lokasi usaha Anda agar indah dipandang mata, kalau perlu di cat ulang;
  4. Informasikan ke karyawan Anda akan adanya perubahan kepemilikan sehingga tidak ada lagi konflik yang timbul ketika perusahaan berpindah tangan.

Keuangan

Pastikan tidak ada urusan keuangan yang tertunda seperti tagihan yang belum terkumpul atau utang yang belum terbayar. Siapkanlah laporan keuangan bulanan agar calon membeli melihat kesungguhan Anda memonitor kadaan perusahaan dan mampu menilai perusahaan.

Menentukan Harga Jual

Menetapkan harga jual perusahaan Anda adalah hal yang paling penting karena Anda ingin menikmati jerih payah Anda membangun bisnis sejak awal. Sebaliknya calon pembeli mengharapkan uang yang dikeluarkannya untuk membeli usaha Anda akan memberi manfaat dan keuntungan yang setingi tingginya di masa depan.

Ada beberapa dasar yang digunakan orang untuk menentukan nilai perusahaan:

ROI (Return on investment)

ROI digunakan oleh kebanyakan perusahaan untuk membandingkan hasil di suatu investasi saat ini atau masa lampau, atau hasilyang diperkirakan di suatu investasi masa depan. ROI paling sering dinyatakan sebagai suatu tingkat pengembalian tahunan, dan paling sering dinyatakan untuk suatu tahun fiskal atau penanggalan.

Asset value – going concern

Penilaian kita terhadap perusahaan berdasarkan nilai asetnya yang bersifat going concern(berjalan atau beroperasi. Nilai aset yang diperhitungkan adalah tangible assets (harta berwujud) seperti kendaraan, furntur, gedung, peralatan; dan intangible assets (harta tak berwujud) seperti reputasi, hak paten, merek dagang, goodwill, jaringan konsumen, budaya perusahaan dan lain-lain.

Nilai Pasar

Yaitu perkiraan jumlah uang yang dapat diperoleh dari transaksi jual beli barang atau surat-surat berharga atau jasa menurut catatan pasar pada suatu waktu tertentu

Biaya Membangun Usaha

Yaitu dengan memperhitungkan biaya mulai dari pendirian, membeli peralatan, merekrut karyawan, mengembangkan produk, membangun jaringan konsumen hingga menguasai sekian pangsa pasar.

Berkonsultasilah dengan konsultan Anda agar Anda dapat menentukan harga yang tepat.