Forgot?

Login
Skip to Content

Mengapa Pembukuan Perusahaan Perlu di-audit?

Apakah Audit? Audit adalah pemeriksaan atas laporan keuangan suatu perusahaan. Tujuan audit adalah untuk memastikan bahwa laporan keuangan perusahaan telah disusun sebagaimana mestinya sesuai dengan prinsip-prinsip pencatatan yang diatur dalam Prinsip Standar Akuntansi Indonesia (PSAK). Berapa kali Audit harus dilakukan? Lazimnya, audit dilakukan satu kali dalam setahun, yaitu untuk Laporan Keuangan akhir tahun, misalnya per [...]

By Print Preview

Apakah Audit?

Audit adalah pemeriksaan atas laporan keuangan suatu perusahaan. Tujuan audit adalah untuk memastikan bahwa laporan keuangan perusahaan telah disusun sebagaimana mestinya sesuai dengan prinsip-prinsip pencatatan yang diatur dalam Prinsip Standar Akuntansi Indonesia (PSAK).

Berapa kali Audit harus dilakukan?

Lazimnya, audit dilakukan satu kali dalam setahun, yaitu untuk Laporan Keuangan akhir tahun, misalnya per 31 Desember dan untuk periode Januari - Desember.

Perusahaan dapat saja melakukan audit untuk setiap bulannya atau setiap triwulan atau per kwartal apabila diperlukan. Namun demikian, pada umumnya perusahaan hanya melakukan audit pada akhir tahun saja mengingat audit harus dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik yang merupakan pihak ketiga yang independen, yang artinya pelaksanaan audit setiap kalinya memerlukan biaya.

Bolehkah melakukan Audit sendiri?

Selain dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik, audit juga bisa dilakukan secara internal, yang berarti dilakukan oleh perusahaan sendiri dengan mempekerjakan seorang akuntan yang ditugaskan khusus untuk melakukan audit atau pemeriksaan secara berkala atas pembukuan yang dilakukan perusahaan.

Dengan cara demikian, perusahaan memperoleh manfaat dalam hal adanya kepastian bahwa perusahaan telah melakukan pencatatan atas seluruh transaksi yang terjadi dengan cara cara yang benar dan sesuai dengan PSAK, sehingga dengan demikian, manajemen perusahaan memiliki data lapaortan keuangan yang lebih dapat dipercaya tingkat akurasinya, untuk keperluan pengambilan keputusan.

Dalam hal perusahaan memerlukan pemeriksaan yang harus dilakukan secara independen pada akhir tahun, misalnya, diperlukan sebagai laporan kepada pemberi pinjaman/bank, perusahaan juga dapat menghemat biaya untuk membayar kantor akuntan publik dimana sebagian besar pekerjaan telah dikerjakan secara internal sepanjang tahun dan oleh karenanya perusahaan memiliki posisi tawar yang lebih baik dalam menegosiasikan biaya pemeriksaan oleh kantor akuntan publik.

Adanya prosedur pengawasan/pemeriksaan dalam perusahaan atas pembukuan yang dilakukan secara internal ini juga dapat meningkatkan kepercayaan pihak ketiga/bank dalam membaca laporan keuangan perusahaan.

Manfaat Audit Lainnya

Melalui audit, manajemen perusahaan juga dapat memperoleh masukan masukan mengenai prosedur pembukuan untuk menjadikannya lebih baik atau mengenai prosedur prosedur mana yang ternyata tidak diimplementasikan sebagaimana mestinya. Pada prinsipnya, audit memperkecil kesempatan/kemungkinan adanya penipuan, pencurian, kesalahan dan hal hal sejenis yang mungkin terjadi, yang dilakukan oleh karyawan perusahaan baik disengaja maupun tidak

No Responses to “Mengapa Pembukuan Perusahaan Perlu di-audit?” Leave a reply ›

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment

Komunitas Portal UKM

Berbagi Informasi